Menteri Badan Usaha Milik Negara () merespons Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau yang mensinyalir ada petinggi partai kebijakan pemerintah mengelola agen penyalur subsidi LPG 3 kg.
Ahok sendiri menyebut keterlibatan petinggi partai itu menciptakan terjadinya masalah, termasuk persoalan nilai tukar LPG 3 kg mahal pada area daerah tertentu.
Erick mengatakan pihaknya akan mengambil bagian membereskan agen-agen nakal LPG 3 kg. Ia juga sudah mengajukan permohonan direksi Pertamina turut turun tangan.
Dengan kata lain, Erick memohon para direksi juga berkoordinasi dengan jajaran komisaris, termasuk Ahok.
“Saya juga berharap komisaris Pertamina bersama-sama bekerja sejenis dengan direksinya, tiada sendiri-sendiri. Kan merekan satu grup,” kata Erick dalam Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).
Erick juga mengatakan jika jelas ada aroma korupsi dalam penyaluran LPG 3 kg, maka dirinya akan menjadi pihak pertama yang yang disebut memenjarakan oknum tersebut.
“Nah, tapi kalo ternyata ada korupsi pada LPG, saya penjarakan pertama. Nah, tetapi kalau ada permainan LPG, kesulitan impor segala ya kita juga tangkap kalo yang main-main. Ini yang digunakan kami dorong,” tutur Erick.
Ahok mencium ada keterlibatan petinggi partai urusan urusan politik dalam pengelolaan agen penyaluran subsidi LPG 3 kg.
Ahok mengatakan akan mengatasi permasalahan itu serta siap membantu daerah mana belaka yang dimaksud mau menolong warganya mendapatkan barang subsidi.
“Kami buka-bukaan saja, disinyalir orang berkuasa dari partai kebijakan pemerintah banyak yang digunakan dimaksud pegang agen, kalau mau jadi orang kaya jangan makan uang subsidi rakyat, dagang yang mana dimaksud lain saja,” katanya di dalam tempat Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (10/10), seperti dikutip dari Antara.
Ahok mengatakan Pertamina sudah lama menemukan banyak agen nakal. Pertamina katanya, langsung bertindak cepat juga tegas dengan langsung memutus kerja identik dengan agen tersebut.
Namun, Ahok belum puas dengan hasil itu. Karenanya, ia memohonkan pemerintah daerah (pemda) membantu Pertamina untuk menertibkan ulah agen nakal tersebut.
“Bagi warga, jangan mau antre lagi untuk nilai jual Rp30 ribu. Orang Pertamina harus takut sebanding pemda, jangan takut dengan agen nakal. Kita minta walikota membantu Pertamina juga untuk mengecek mana warga yang tersebut dimaksud layak menerima,” kata dia.