Karir yang dimaksud mana menanjak kerap diikuti oleh datangnya berlimpah. Namun, rezeki itu harus dikelola dengan baik agar tak terjerat utang dalam kemudian hari.
Jika tidak, siap-siap sekadar bernasib mirip dengan para pesohor yang dimaksud dimaksud kehabisan uang saat karir meredup.
Pesohor yang tersebut itu mendadak kaya cenderung kesulitan mengelola uang dalam total keseluruhan besar. Akibatnya, banyak dari dia yang mana merugi hingga bankrut lantaran sering melakukan kesalahan dalam pengeluarannya.
Belakangan ramai dibicarakan kasus komedian Yadi Sembako yang mana itu dilaporkan ke polisi atas dugaan penyalahgunaan juga penggelapan. Di akhir cerita, Yadi harus memasarkan rumahnya agar dapat melunasi pembayaran kepada pihak yang mana digunakan dirugikan.
Ada pula kisah komedian Bedu Tohar yang dimaksud mengalami kebangkrutan akibat terlilit banyak utang. Ia mengaku sudah mengirimkan dua unit mobil demi keperluan sehari-hari, bahkan hendak memasarkan rumahnya seharga Rp5,5 miliar.
Mengelola uang serta industri memang tak mudah dilakukan, termasuk bagi para pesohor pada masanya.
Lantas bagaimana cara mengelola uang yang mana digunakan tepat jika kejatuhan rezeki berlimpah?
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan pesohor atau mantan pesohor yang tersebut digunakan dulunya kaya raya dan juga juga sekarang bangkrut hingga terlilit utang disebabkan dikarenakan merek mengandalkan income cuma sekali dari pekerjaan entertainment-nya saja.
Ketika pekerjaan lain sepi, penghasilan mereka itu itu berkurang.
“Yang kurang tepat adalah ketika penghasilan berkurang, pengeluaran dan juga juga gaya hidup merekan merekan tidak ada ada bergabung dikurangi, sehingga mampu cuma terjadi besar pasak daripada tiang,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/10).
Selain itu, lanjut Andi, kesalahan yang tersebut digunakan kerap terjadi adalah ketika penghasilan besar, merekan kerap lupa untuk menabung atau berinvestasi, atau menimbulkan sumber penghasilan lainnya diluar pekerjaan utama mereka.
Karenanya, Andi menyarankan dalam mengatur keuangan sebaiknya Anda menimbulkan alokasi pos-pos pengeluaran yang mana persentasenya dari penghasilan.
Adapun alokasi ideal menurut Andi adalah:
– Kebutuhan sehari-hari, termasuk didalamnya untuk bayar cicilan hutang: 55 persen
– Menabung kemudian juga investasi: 10 persen
– Dana darurat: 10 persen
– Piknik atau me time: 10 persen
– Upgrade skills serta juga belajar: 10 persen
– Dana amal lalu sedekah: 5 persen
“Selain itu, kita juga sebaiknya menjaga rasio hutang kita agar maksimal hanya sekali sekali 30 persen dari total pengeluaran,” lanjut Andi.
Ia juga menuturkan sebenarnya sudah banyak contoh para pesohor yang mana menginvestasikan uangnya agar bisa jadi belaka berkembang. Contohnya mulai dari deposito, logam mulia, reksadana, saham, properti, hingga menyebabkan kos-kosan atau kontrakan.
“Atau juga menyebabkan sumber penghasilan lainnya seperti mengirimkan item fashion, skin care, makanan, atau menimbulkan restoran, atau memproduksi channel YouTube-nya sendiri,” katanya.
Sebelum menabung lalu investasi, Andi menyarankan Anda sebaiknya juga mempertimbangkan kondisi Anda pribadi merupakan kemampuan menerima risiko, lamanya waktu berinvestasi, besarnya modal yang digunakan digunakan dimiliki, serta likuiditas hasil investasi modal yang dimaksud mana diinginkan.