Jakarta – JEC Eye Hospitals and Clinics Menteng menggelar bakti sosial yang tersebut yang fokus pada penanganan mata juling atau strabismus untuk membantu penderita dalam mengurangi risiko kemudian gangguan fungsi penglihatan pada mata.
"Tidak belaka sekali mempengaruhi produktivitas penderitanya, mata malas (ambliopia) yang mana bisa saja sekadar menyebabkan mata juling bahkan dapat mengakibatkan gangguan fungsi penglihatan dengan berbagai derajat keparahan kemudian tingkat risiko mencapai 50 sampai 73 persen," kata Dokter Spesialis Mata Konsultan Strabismus JEC Eyes Hospitals and Clinic Gusti G. Suardana, SpM(K) dalam sesi media yang digunakan dimaksud diikuti pada area Jakarta, Sabtu.
Gusti menjelaskan bakti sosial ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta tindakan operasi mata juling gratis kepada rakyat sejak tanggal 1 sampai 31 Oktober 2023 serta menyasar 30 penderita penerima manfaat.
"Target 30, tapi yang dimaksud yang daftar sudah ada 15. Doakan semuanya lancar," ujarnya.
Dalam acara bertajuk “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” dipusatkan pada dalam Rumah Sakit Mata JEC Menteng, Jakarta Pusat, acara digelar sekaligus untuk memperingati Hari Penglihatan Sedunia pada 12 Oktober.
Nantinya, kata Gusti, pelaksanaan tindakan operasi penanganan mata juling memerlukan persiapan secara ekstensif dengan melibatkan para ahli medis yang digunakan dimaksud memumpuni, Tim spesialis mata strabismus JEC, kemudian tim dokter anestesi JEC bersama tim perawat yang digunakan kompeten.
"Tahun ini turut dihadiri 21 dokter mata dari berbagai daerah Indonesia. Melalui inisiatif itu, JEC akan membagi ilmu, keahlian kemudian pengalamannya kepada profesional kesehatan mata dalam Tanah Air," katanya.
Lewat bakti sosial, Gusti berharap kesadaran penduduk mengenai mata juling dapat terus meningkat, dan juga juga terdorong untuk melakukan pengecekan mata sedini mungkin, sehingga kemungkinan mata malas dapat jadi dicegah.
Direktur Utama Rumah Sakti Mata JEC Menteng Referano Agustiawan menambahkan jajarannya bertekad untuk melanjutkan bakti sosial itu guna mengukuhkan perhatikan JEC dalam membantu rakyat penyandang mata juling, terutama dari kalangan yang tersebut membutuhkan.
Dengan demikian, JEC dapat membantu rakyat mendapatkan kembali kualitas hidup mereka.
"Sejalan dengan Hari Penglhatan Sedunia tahun ini, Love Your Eyes at Work, pemberian tindakan operasi mata dalam bekerja kemudian beraktivitas harian diharapkan mampu mengupayakan pasien mata juling untuk mencapai produktivitas yang dimaksud mana optimal," kata Referano.
Terlebih berdasarkan sebuah studi global terbaru, prevalensi pasien dengan mata malas dilaporkan menyentuh 1,75 persen. Gangguan penglihatan ini dipicu oleh mata juling yang digunakan menyebabkan ketidakmampuan mata untuk bekerja sebanding secara sejajar.
Belum lagi prevalensi mata juling secara global diperkirakan mencapai 1,93 persen atau tambahan tinggi dari 148 jt individu.
"JEC berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang digunakan dimaksud andal, didukung sarana dan juga juga tenaga medis mumpuni, teknologi mutakhir, sistem pendukung unggulan, lalu hospitality yang optimal," kata dia.
Diketahui JEC secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif sosial berkelanjutan, guna mencapai visi perusahaan yaitu optimalisasi penglihatan serta juga kualitas hidup rakyat Indonesia.
Sejak berdiri pada tahun 1984, bakti sosial lainnya yang mana dimaksud sudah pernah JEC gelar yakni “Bakti Sosial Katarak JEC”, sebagai pemberian operasi katarak gratis dengan total total penerima manfaat lebih besar banyak dari 3.000 orang, dan juga juga memberikan 100 tindakan operasi implan glaukoma secara gratis, serta pemeriksaan mata gratis kepada 100 guru terlibat juga purnabakti pada SMAN 4 Jakarta.