Jakarta –
Head of Skin Cleansing Unilever Indonesia Erfan Hidayat mengatakan acara ini merupakan bagian dari kampanye SIAGA (SIap Amankan KeluarGA) sebagai perwujudan komitmen Lifebuoy untuk melindungi, mengedukasi juga memfasilitasi keluarga Indonesia agar terhindar dari berbagai resiko penyakit.
"Kami percaya bahwa siaga lebih tinggi besar baik daripada mengobati, oleh akibat itu dalam dalam Hari Cuci Tangan Sedunia 2023 Lifebuoy mengupayakan urgensi CTPS dalam 5 Momen Penting melalui kebiasaan yang mana dekat dengan keseharian anak, yaitu bermain," ucap Erfan dalam acara Hari Cuci Tangan Sedunia bersama Lifebuoy pada Jakarta, Sabtu.
Lifebuoy menyoroti kebiasaan CTPS yang dimaksud dimaksud mulai mengecil pasca pandemi COVID-19. Kelengahan atau kejenuhan untuk terus melakukan CTPS memproduksi rakyat terutama anak-anak menjadi rentan menderita sakit akibat infeksi atau penyakit yang dimaksud digunakan sebenarnya bisa saja jadi dicegah.
Erfan mengatakan dari data yang mana menunjukkan, belaka 50 persen penduduk Indonesia berusia pada atas 10 tahun yang yang melakukan CTPS pada 5 momen penting, yaitu sebelum makan, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, serta setelah bepergian.
Di tengah berbagai ancaman penyakit, khususnya yang digunakan mana mengintai anak, Lifebuoy terus melakukan edukasi kebiasaan CTPS secara berkelanjutan sejak 2004, salah satunya di area area Hari Cuci Tangan Sedunia yang digunakan diperingati tiap tahunnya.
Untuk menarik minta anak-anak, Lifebuoy menghadirkan kemeriahan perayaan ”Hari Cuci Tangan Sedunia 2023” di dalam area Cilandak Town Square pada 14-15 Oktober 2023 melalui sebuah playground berupa kastil interaktif yang digunakan itu mengajak anak bermain sambil berpetualang melawan kuman melalui beberapa tantangan seru.
Lifebuoy juga memperkenalkan empat board game yang membantu anak mengatasi kejenuhan melakukan CTPS dengan menciptakan edukasi mencuci tangan pakai sabun lebih banyak lanjut mengasyikkan kemudian menjadi bagian dari permainan sehari-hari.