bangkrut serta menangguhkan operasi secara mendadak pada Kamis (12/10). Kebangkrutan itu tak lepas dari kondisi keuangan yang digunakan buruk.
Karena kesulitan itu, MYAirline membatalkan 40 penerbangan hingga mengakibatkan ribuan penumpangnya terlantar. Tindakan maskapai hal yang disebut pun mengejutkan pemerintah serta banyak wisatawan.
“Kami sudah lama bekerja tanpa kenal lelah untuk menjajaki berbagai opsi kemitraan kemudian peningkatan modal untuk mencegah penangguhan ini. Sayangnya, keterbatasan waktu menyebabkan kami tak punya pilihan lain selain mengambil keputusan ini,” kata dewan direksi MYAirline seperti dikutip dari AP News.
Penangguhan itu diimplementasikan belaka sekali beberapa hari setelah MYAirline mengatakan sedang dalam tahap penyelesaian kemitraan strategis.
Media lokal melaporkan bahwa penangguhan yang tersebut mengisyaratkan perundingan mungkin akan gagal.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengecam penutupan yang digunakan yang disebut dikerjakan secara terburu-buru tersebut. Ia mengatakan tindakan MYAirline tidaklah dapat diterima serta mencoreng nama baik Malaysia.
Loke menyebut MYAirline sudah pernah terjadi mengedarkan 125 ribu tiket senilai sekitar 20 jt ringgit untuk penerbangan yang dimaksud hal itu dijadwalkan hingga Maret 2024.
“Mereka bukan ada memberi tahu kami. Mereka berhenti beroperasi begitu belaka tanpa adanya staf maskapai penerbangan dalam bandara. Bagaimana kamu dapat menghilang begitu saja? Ini sangat tiada bertanggung jawab,” tutur Loke.
Ia pun mengatakan pemerintah akan menegaskan para pemegang tiket MYAirline pengembalian dana. Loke mengingatkan maskapai hal hal itu seharusnya mencari bantuan pemerintah daripada menghentikan operasi tanpa peringatan.
Loke juga menyebut Komisi Penerbangan Malaysia tengah mempertimbangkan apakah akan mencabut izin udara MYAirline, yang mana akan habis masa berlakunya bulan depan.
MYAirline mengoperasikan penerbangan ke delapan tujuan domestik juga ibu kota Thailand, Bangkok. Perusahaan dimiliki oleh pengusaha Allan Goh Hwan Hua.
Beberapa hari sebelumnya, CEO Rayner Teo, yang mempunyai 2 persen saham pada area maskapai tersebut, mengundurkan diri lantaran alasan kesehatan.
Belakangan MYAirline juga tengah dililit masalah. Komisi Penerbangan Malaysia sedang menyelidiki maskapai hal itu atas keluhan bahwa gaji karyawan tidaklah dibayarkan.
Bandara Malaysia, yang dimaksud mana mengelola bandara-bandara pada tempat negara itu, mengatakan sekitar 5.000 penumpang terkena dampak dari pembatalan 40 penerbangan MYAirline Kamis lalu.
Malaysia Airlines kemudian maskapai penerbangan bertarif rendah AirAsia kemudian Batik Air mengumumkan diskon kemudian tarif khusus untuk membantu penumpang MYAirline yang mana terkena dampak penangguhan tersebut.