Skip to content

masaberita.com

Berita Informasi terbaru

Menu
  • Bisnis
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Tekhnologi
Menu
Ada Lesung dalam ‘Sisa Piramida’ Padang Pariaman, Ahli Duga Cagar Budaya

Ada Lesung di ‘Sisa Piramida’ Padang Pariaman, Ahli Duga Cagar Budaya

Posted on Oktober 2, 2023

Para pakar mengusulkan lokasi temuan  berbentuk balok atau prisma dalam dalam Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat, ditetapkan sebagai . Salah satu alasannya adalah temuan batuan berbentuk lesung.

“Di lokasi ini kita menemukan beberapa objek yang itu diduga item budaya, atau objek diduga cagar budaya,” kata guru besar sejarah dari Universitas Andalas (Unand) Herwandi, di area area Padang Pariaman, Kamis (12/10) dikutip dari Antara.

Alasannya, banyak temuan benda yang digunakan yang diduga kuat peninggalan manusia pada sekitar lokasi tumpukan bebatuan tersebut, seperti lesung yang mana digunakan terbuat dari batu, batu berbentuk balok dengan motif lurus (ulir), hingga benda mirip pisau atau kapak.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan lalu juga Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman menerima laporan dari warga persoalan temuan lokasi dengan bebatuan unik dalam wilayahnya.

Pemda kemudian mengirim tim ahli ke lokasi. Hasilnya, Disdikbud Pariaman menduga gundukan batuan hal itu merupakan benda cagar budaya.

Sementara, ahli geologi menduga batuan di tempat tempat lokasi ini merupakan kekar kolom atau columnar joint hasil proses vulkanis selama jutaan tahun.

Batuan sejenis terdapat dalam Situs Gunung Padang, yang digunakan itu diklaim dalam dalam era SBY sebagai sisa piramida dalam tempat kebudayaan prasejarah Nusantara.

Herwandi menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, benda alam juga benda hasil tangan manusia bisa ditetapkan sebagai cagar budaya.

Namun, butuh kajian mendalam sebelum penetapannya.

“Posisinya sementara itu adalah objek diduga cagar budaya,” kata Herwandi, yang juga menjabat Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unand tersebut.

Dia juga tak menghentikan kemungkinan batuan hal hal tersebut merupakan kekar kolom atau columnar joint seperti pandangan para arkeolog. Jika terbukti benar kekar kolom, Herwandi menyebut itu merupakan satu dari sedikit columnar joint pada dunia.

“Columnar joint itu dalam dunia bukan banyak. Di Rusia, Selandia Baru, Amerika Serikat, juga Korea Selatan masing-masing ada satu,” ungkap dia.

Sementara itu, ahli geologi juga vulkanologi Ade Edward mengatakan tumpukan bebatuan yang tersebut diduga kuat adalah kekar kolom berusia 40 hingga 60 jt tahun. Namun, hal hal itu masih membutuhkan kajian atau penelitian mendalam dari pakar.

Terkait benda berbentuk lesung, Ade menilai hal itu mampu semata lantaran adanya proses alamiah. Dengan kata lain, cekungan benda mirip lesung itu terbentuk akibat pelapukan kimia.

Ia pun mendorong pemda mengajukan lokasi temuan tumpukan batu ini sebagai kawasan cagar geologi ke Kementerian Energi kemudian Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Pemerintah harus segera mengajukannya agar ditetapkan menjadi kawasan cagar geologi atau geoheritage nasional,” kata Ade.

Khusus dalam Sumatera, temuan kekar kolom sudah ada di Geopark Merangin, Merangin, Jambi, yang dimaksud mana baru-baru ini masuk dalam UNESCO Global Geoparks.

Lantaran columnar joint pada Padang Pariaman ini tergolong unik dan juga juga langka, Ade, yang mana hal itu tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) tersebut, mendesak pemerintah segera mengambil tindakan untuk melindungi temuan itu.

Ia khawatir batuan ini habis ditambang sebagai materi material, seperti yang mana terjadi di tempat area Kabupaten Pesisir Selatan. “Mudah-mudahan ini mampu diajukan sebagai cagar alam geologi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Mengapa Pengguna Motor Suka Modifikasi Knalpot Motor?
  • Jasa Anti Rayap untuk Mencegah Kerusakan Bangunan
  • Disiplin Positif: Menegakkan Aturan Tanpa Teriakan atau Hukuman Fisik
  • Excavator Caterpillar: Mesin yang Ramah Operator
  • Jangan Sepelekan! Gaya Hidup Modern Ini Bisa Picu Keputihan, lho!

Kategori

  • Asuransi
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Tekhnologi
  • Uncategorized

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Arsip

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
©2026 masaberita.com | Design: Newspaperly WordPress Theme